Padang Menangis
Hari ini dua hari pasca
gempa di padang, baru bisa connect lagi. Setelah gempa tanggal 30 kemaren, semuanya hancur. Semua orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Isak tangis terdengar di mana-mana. Di saat-saat seperti ini, kembali kudengar setiap orang mengucapkan kalimat-kalimat yang mengingatkan manusia untuk kembali ke jalan Tuhannya. Semua terasa aneh buatku, karena jujur baru kali ini aku merasakan gempa sehebat ini, dan langsung melihat dampak fisiknya terhadap lingkungan di sekitar, bangunan-bangunan, dan juga korban manusia. Tak pernah aku merasakan kekuatan sang Pencipta yang sehebat ini. Semuanya yang kurasakan selama tiga hari ini, membuat aku sadar betapa kecilnya aku di hadapan Tuhanku. Gedung-gedung runtuh, bukit longsor, korban berjatuhan, jalan-jalan berantakan. Hal yang sama juga terjadi di kampusku yang sekarang, UNAND. Kebanyakan dari gedung-gedung yang megah nan di Limau Manis itu, yang konon kata Purek III yang seorang ahli gempa, keseluruhan dari gedung itu tahan gempa, ternyata hancur juga diluluhla
ntakkan oleh kekuatan Tuhan yang maha besar. Saat ini, aku masih berada di asrama yang sudah dikatakan tidak layak huni lagi oleh tim koreksi kelayakan bangunan. Namun dengan harap-harap cemas, aku bersama beberapa orang temanku memberanikan diri untuk menginap di tempat ini. Kami berusaha untuk tetap bertahan hidup. Sebagian sudah memilih untuk pulang ke tempat asalnya masing-masing walaupun dengan resiko kerusakan jalan yang sudah rusak parah. Berdasarkan informasi yang aku peroleh, kondisi kami sekarang bisa dikatakan terisolir, karena begitu banyak kerusakan yang terjadi. Listrik padam, jaringan telekomunikasi dan akses internet terputus sampai kemarin, akses jalan-jalan menuju ke Padang juga terputus. Namun di sela-sela hal itu semua, beberapa pihak memanfaatkan segala sesuatunya, seperti harga bensin eceran yang naik karena sebagian pomp bensin di Padang lumpuh total, ongkos angkutan yang naik hingga berkali-kali lipat, dan counter XL yang mendapat sedikit keuntungan karena banyak diburu orang dengan alasan jaringan yang tidak terganggu akibat gempa.Labels: gempa sumbar
