Just Like When We Would Meet
Sudah seminggu, kita jadian. Unbelievable kita bisa jadi kayak gini sekarang. Dulu aku cuman bisa ngelihat kau dari belakang, dulu aku cuman bisa lihat punggungmu aja, tapi sekarang kau udah jadi bagian dari aku, aku jadi bagian darimu. Gak pernah terpikir sebelumnya kalau kita bakalan bisa seperti ini. Aku gak tahu kenapa setiap yang ada di dirimu itu baik di mataku, pokoknya sempurna lah, ga ada cela. Banyak yang sudah terjadi selama seminggu ini, dan itu semua proses, proses untuk kita saling memahami, mengerti, menghargai seperti yang kau pernah bilang. Keberuntungan buatku karena diketemukan dengan cewe sepertimu. Terima kasih untuk mau menjadi bagian dari hidupku.
Kau pernah bilang kalau kau ingin serius, dan aku bakalan lebih serius denganmu. Mungkin dengan gayaku yang seperti sekarang ini, kau gak percaya. Ntar juga kau bakal tahu gimana aku. Kau percaya aku, aku sayang dan ga akan ninggalin kau. Sampai sekarang ini, puji Tuhan aku masih bisa menghargai perempuan dan itu aku harap gak pernah berubah sampai kapanpun. Masalah mantanku, Siska. Betul emang dulu aku gak bisa nerima kalau dia ninggalin aku, tapi sekarang dia udah ga berarti apa-apa lagi buatku. Sebatas kenangan, untuk dijadikan pelajaran.
Sekarang aku udah punya kau, Popiku. Popi Loisa Sianturi, orang yang sederhana, dewasa, dan dua hal itulah yang menurut aku menjadi nilai tambah darimu. Tapi sayang, kenapa kita gak ketemunya dari dulu aja yah? hahaha...
Mulai sekarang banyak yang bakalan kita hadapi sama-sama. Seperti yang kau bilang, senang dan susah, tertawa dan menangis, di saat sehat maupun sakit kita mesti bareng-bareng (biar dikatain orang gilak, hahaha...) yang penting aku bakalan ada buatmu, misalnya nyediain tisu waktu kau pengen nangis, mengurangi sebagian waktu tidurku buat mu, dan mungkin ngurangin rokok supaya cewe aku gak jadi perokok pasif. Hahaha...
Dan aku juga percaya kau bakalan ngelakuin hal yang sama buatku. Sama-sama kita saling mengingatkan, saat kau jatuh aku pegang tanganmu, saat aku yang jatuh mungkin kau bisa jambak rambut aku. Wkwkwkk...:D
Mungkin cuman seperti ini kata-kata yang bisa aku ketik saat ini, dan kalau dibaca emang kayak gak ada artinya. Karena mungkin sudah gak ada lagi kata-kata yang bisa menggambarkan apa yang aku rasakan denganmu setelah seminggu ini kita sama. Lagian aku kan bukan anak sastra, jadi yah dimaklumin lah...
Aku sayang kau
